Kementan Siapkan Sentra Sapi Perah Terintegrasi di Sulsel, Pakan Jadi Kunci Pengembangan
Bone – Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan kawasan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi susu dalam negeri dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan sapi perah baru di Indonesia Timur yang didukung ketersediaan lahan, sumber pakan, pendidikan vokasi, dan kemitraan usaha.
Langkah tersebut dibahas dalam koordinasi lintas sektor yang melibatkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, serta sejumlah instansi terkait di Kampus II Polbangtan Gowa, Sabtu (6/6/2026).
Fokus utama yang dibahas meliputi kesiapan lahan, perizinan, ketersediaan sumber pakan, serta dukungan kelembagaan guna memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Salah satu kekuatan utama yang dimiliki Kabupaten Bone adalah potensi sumber pakan yang melimpah. Melalui kolaborasi dengan PT Perkebunan Nusantara, tersedia potensi sekitar 20.000 ton pucuk tebu per tahun yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku silase untuk mendukung kebutuhan pakan sapi perah sepanjang tahun.
Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan sapi perah sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan yang berkelanjutan.
"Pemanfaatan pucuk tebu sebagai bahan baku silase merupakan solusi strategis untuk menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun. Dengan dukungan sumber pakan yang berkelanjutan, produktivitas ternak dapat ditingkatkan sekaligus menekan biaya produksi peternak," ujar Tri Melasari.
Menurutnya, integrasi peternakan dengan sumber daya lokal merupakan langkah penting untuk membangun usaha sapi perah yang efisien, berdaya saing, dan mampu berkembang dalam jangka panjang.
Repost @ditjen_pkh