Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Terimakasih telah mengunjungi website resmi BPMSP Bekasi. apa yang anda perlukan 1. Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan 2. Penyelenggara Uji Profisiensi 3. Penyedia Bahan Acuan 4. Bimbingan Teknis Laboratorium 5. Magang / Pelatihan 6. Kerjasama MOU 7. Lainnya (balas dengan angka sesuai keperluan)
Logo

Kementan Lepas Ekspor Produk Unggas ke Myanmar dan Timor-Leste, Daya Saing Nasional Kian Menguat

19/06/2026 10:33:00 Admin Satker 22
Tangerang – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung, industri perunggasan Indonesia terus menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Produk unggas nasional kembali menembus pasar ekspor melalui pengiriman hatching egg (telur tetas) ke Myanmar serta karkas dan olahan ayam ke Timor-Leste yang dilepas Kementerian Pertanian dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Rabu (17/6/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bahwa subsektor peternakan nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga semakin dipercaya pasar internasional melalui produk yang memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan kesehatan hewan.
Pada kesempatan tersebut, PT ISA Indonesia mengekspor 21.800 butir hatching egg atau setara 1.600 kilogram dengan nilai Rp812,5 juta ke Myanmar. Sementara itu, PT Sreeya Sewu Indonesia mengekspor 17,9 ton karkas dan produk olahan ayam senilai Rp1,043 miliar ke Timor-Leste.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa industri perunggasan nasional semakin kompetitif dan mampu memanfaatkan peluang pasar global di tengah berbagai tantangan yang ada.
“Capaian ini juga menjadi indikator bahwa industri perunggasan nasional memiliki daya saing yang kuat dan mampu menjawab kebutuhan pasar internasional melalui produk yang memenuhi standar mutu dan kesehatan hewan,” ujar Agung.
Menurutnya, keberhasilan ekspor tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didukung oleh kondisi produksi nasional yang semakin kuat. Sepanjang tahun 2025, ketersediaan daging ayam nasional tercatat mencapai 4,37 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri sebesar 4,11 juta ton sehingga terdapat surplus sekitar 252 ribu ton. Di sisi lain, ketersediaan telur mencapai 6,56 juta ton dengan kebutuhan nasional sebesar 6,47 juta ton atau surplus sekitar 92 ribu ton.
Repost Ditjen PKH Kementan RI
Youtube TikTok Facebook Instagram X
Whatsapp