Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Terimakasih telah mengunjungi website resmi BPMSP Bekasi. apa yang anda perlukan 1. Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan 2. Penyelenggara Uji Profisiensi 3. Penyedia Bahan Acuan 4. Bimbingan Teknis Laboratorium 5. Magang / Pelatihan 6. Kerjasama MOU 7. Lainnya (balas dengan angka sesuai keperluan)
Logo

Jelang Idul Adha, Lampung Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak

24/04/2026 14:36:00 Admin Satker 5

Lampung — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengawasan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya lalu lintas ternak sekaligus menjamin keamanan produk hewan yang beredar di masyarakat.

 

Lampung memiliki posisi strategis sebagai jalur utama distribusi ternak antara Sumatera dan Jawa. Menjelang Idul Adha, pergerakan hewan dipastikan meningkat tajam, sehingga pengawasan di lapangan perlu diperketat. Setiap pergerakan ternak dan produk hewan wajib dilengkapi sertifikat veteriner sebagai bukti kesehatan. Selain itu, kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular dan potensi cemaran mikroba juga harus ditingkatkan demi melindungi peternak dan konsumen.

 

Kementan melalui Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, mengingatkan bahwa ancaman penyakit hewan masih menjadi perhatian serius, termasuk potensi masuknya penyakit baru.

 

“Kita tidak boleh lengah. Saat ini terdapat potensi masuknya penyakit seperti PMK serotipe SAT1 dan PPR yang sudah ada di beberapa negara Asia. Walaupun belum ditemukan di Indonesia, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama melalui pengawasan lalu lintas ternak dan pelaporan dini dari lapangan sebagai bagian dari early warning system,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Kamis (16/4/2026).

 

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif peternak dalam program vaksinasi dan pelaporan kasus sebagai bagian dari upaya pencegahan.

 

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Anwar Bahri, menegaskan bahwa pengawasan tidak bisa dilakukan secara parsial.

 

“Pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara dinas, karantina, laboratorium, tenaga medis veteriner, hingga pelaku usaha. Dengan sinergi ini, kita optimis pengawasan akan lebih efektif, terutama menjelang Idul Adha yang mobilitas ternaknya sangat tinggi,” jelasnya.

 

...

 

Repost @ditjen_pkh

Youtube TikTok Facebook Instagram X Whatsapp